“Tidak alih profesi, tapi kita harus berani berinovasi untuk mencoba hal-hal baru agar kita tidak digilas zaman.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Berani berinovasi untuk mencoba hal baru itu yang dilakukan oleh SR, ketika sektor usaha melambat, sepi, dan drop!
Semula dari usaha mengageni plastik dan bahan selai roti, SR lalu membuat keripik pisang. Padahal tidak mempunyai pengalaman, dan ia belum pernah mencobanya.
Alasannya membuat keripik pisang, karena seorang anaknya mondok di pesantren. Ia ingin membuatkan camilan yang awet dan tahan lama. Lalu terpetiklah ide untuk membuat keripik pisang.
“Tidak disangka, lumayan banyak peminatnya,” ungkap SR, meski awalnya sekadar mencoba, bahkan rasanya jauh dari harapan. Tapi baginya, sekali mencoba itu harus dituntaskan hingga akhir.
Bermodalkan memberi tester keripik pisang ke teman guru dan tetangga itu yang awalnya dilakukan SR dan istrinya yang seorang guru. Mereka minta saran dan masukan guna meningkatkan rasa dan kualitas.
“Jatuh bangun dalam berwiusaha itu biasa. Kita berhenti berarti kalah. Seberat dan sesulit dalam hidup ini harus jadi peluang kita untuk maju,” kata SR optimis.
Di sela kesibukannya mengageni plastik dan bahan selei roti itu, SR dan istri terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan rasa keripik pisangnya untuk dipasarkan.

Dengan inisial GS, Griya Snack itu SR menjajakan keripik pisangnya lewat mulut ke mulut. Beberapa varian rasa yang diproduksi GS, di antaranya rasa coklat, keju, vanilla, taro duren, original, asin, dan manis.
SR juga mengajari anak-anaknya berjualan, jika ingin membeli suatu barang. Tujuannya, agar anak mempunyai rasa memiliki barang itu, karena diperoleh lewat usaha dan perjuangan.
Mimpi SR sekarang adalah ia ingin usahanya itu berkembang agar ia dapat memberdayakan warga sekitar.
Semangat!
…
Mas Redjo


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.