“Kelegaan sejati dimulai saat kita berhenti melawan, dan memilih berjalan bersama Allah yang setia pada janji-Nya untuk bertindak seturut kuasa dan kasih-Nya.”
Allah yang Maha Rahim memanggil Musa dari semak yang menyala untuk menyatakan siapa diri-Nya: “Aku adalah Aku,” Allah yang hidup, yang melihat penderitaan umat-Nya, yang mengingat perjanjian kasih, dan yang turun tangan menyelamatkan.
Hari ini, kami mendengar sapaan yang sama lembut dan penuh kuasa dari Yesus Putra-Mu: “Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberikan kelegaan.” Betapa menakjubkan, Allah yang Maha Kuasa, justru datang mendekat kepada yang lelah dan berbeban berat.
Tuhan Yesus, Engkau memikul kuk Bapa dengan ketaatan dan kasih. Kini Engkau mengundang kami untuk bersatu dengan-Mu, berjalan seiring dalam irama kasih karunia. Kuk-Mu memang tetap sebuah kuk, tapi Engkau sendiri yang memikulnya bersama kami… itulah sumber damai sejati.
Ajar kami hari ini untuk berkata ‘ya’ kepada kuk-Mu. Bebaskan kami dari keinginan mengejar kenyamanan palsu dan kesenangan yang menipu. Tundukkan hati kami agar mau menaati kehendak-Mu, karena di situlah letak kelegaan dan sukacita yang sejati.
Tuhan, seperti Engkau memperbanyak bangsa Israel dan menunjukkan tanda-tanda ajaib di Mesir, nyatakan juga kuasa-Mu dalam hidup kami: kuasa untuk berubah, untuk percaya, dan untuk tetap berjalan bersama-Mu.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

