| Red-Joss.com | Baik jalan yang berlubang, terjal, mendaki, licin, maupun jalan yang sulit itu bisa aku lewati. Kakiku jadi kuat, karena terbiasa melewati jalan-jalan seperti itu.
Jalan hidup seperti itu sejatinya yang aku lewati. Aku tidak pernah menyesal melewati jalan itu. Karena aku banyak belajar, dan jadi berpengalaman dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan. Aku juga ditempa untuk jadi pribadi yang tidak mudah menyerah, tapi tangguh.
Begitu pula saat aku melewati cacian, ejekan, hinaan, olokan, dan diskriminasi. Kini aku jadi tahu dan paham, orang yang menurutku baik kurang baik, dan mana yang jahat. Aku juga tahu, siapa sahabatku yang sebenarnya dan siapa yang sebaliknya.
Ternyata hidup di antara mereka itu membuat aku banyak belajar dan membentuk diriku agar tidak ikut arus untuk mudah mengolok-olok, mencaci, menghina, meremehkan, dan merendahkan orang lain. Tapi agar aku jadi pribadi penyabar dan rendah hati.
Bisa kulewati pula masa laluku yang pedih, perih, menyakitkan, dan yang membuat remuk hidupku. Kini aku dipulihkan. Aku banyak dihibur, ditemani, dikuatkan, didoakan, dan diberkati.
Sungguh luar biasa Tuhan bekerja. Rahmat-Nya hadir pada orang-orang di sekitarku. Sehingga membentuk pribadiku jadi makin baik. Cara Tuhan bekerja yang tidak bisa kita pikirkan…
Juga bisa kulewati hari-hariku yang sulit, bulan-bulan yang berat, dan tahun-tahun penderitaanku. Kini aku merasa melangkah dengan ringan. Tantangan, kesengsaraan dan penderitaan itu telah kulewati bersama dengan Yesus yang sengsara, wafat dan bangkit untuk menebus dosa dan menyelamatkan umat manusia.
Semangat Paskah telah mengubah hidupku untuk menularkan hal-hal baik dan positif bagi sesama.
Kini aku makin optimis untuk melewati hari ini, besok, lusa, dan kelak. Mengapa? Aku mempunyai Yesus yang kupercayai, kuimani dan kuandalkan.
Penderitaan memanggul salib saja dilewati, apalagi kesulitan-kesulitan kecil, pasti dapat dilewati pula. Syaratnya satu: aku berjalan bersama Yesus!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

