‘Otw home’ dari pesta pernikahan, terbersit pikiran, cara bagaimana agar janji orang muda itu tidak seperti angin yang tidak dapat ditangkap dan asap yang tidak dapat digenggam.
Tidak terbayang, ada 2 orang muda, walaupun sama-sama cinta dan agamanya juga sama, sesungguhnya mereka itu 2 sosok berbeda: jenis, karakter, umur, keluarga, kebiasaan, dan cara berkomunikasi yang baru saja berjanji untuk berbagi mimpi dan harapan, waktu, rezeki, tempat tinggal, juga rasa suka dan cemas itu untuk seumur hidup.
Sanggupkah? Iya, jika meniti hidupnya dengan iman yang dalam, yaitu perpaduan antara kepercayaan yang teguh dan penyerahan diri yang utuh pada Allah dan dijadikan pelita harian nyata seumur hidup dan bertumbuh dengan doa dan ibadat.
Iman seperti itulah yang harus melandasi orang muda yang berjanji untuk hidup sebagai suami-istri, sampai mati. Karena tanpa iman, maka janji mereka akan seperti angin yang tidak dapat ditangkap dan asap yang tidak dapat digenggam.
Selain iman ada keselarasan demi utuhnya perkawinan. Yakni kesanggupan untuk hidup bersama yang saling menghormati dalam perbedaan.
Salam sehat.
Jlitheng

