“Ungkapkan imanmu dengan KEPO, Hayati imanmu dengan BAPER, wujudkan imanmu dengan UTANG.”
– Rio, scj
…
| Red-Joss.com | Sulit banget jadi orang beriman di zaman now. Banyak banget tantangannya, banyak banget godaannya. Tantangan dan godaan itu selalu mendatangi orang yang berkehendak baik, yang mau dekat dengan Tuhan, dan orang yang mau beriman sungguh.
Godaan yang datang dari si jahat dan tantangan dari diri sendiri. Ingat tantangan adalah peluang, kesulitan adalah tanda perubahan dan pertumbuhan. Godaan itu menjerumuskan dan tidak mengembangkan.
Lalu, harus bagaimana agar kita eksis beriman di zaman now?
Ada tiga cara:
Pertama beriman itu harus KEPO: KEmbangkan POtensi. Potensi atau talenta bukan cuma dikenali dan dikagumi, tapi potensi itu perlu di update dan dikembangkan. Iman perlu terus dipupuk, ditumbuhkan dan akhirnya menghasilkan buah. Beriman harus siap menerima tantangan dibentuk Tuhan. Siap menerima dan mendengarkan suara Tuhan. Beriman harus siap belajar, dan terus belajar. Tuhan telah menaburkan benih iman, karena itu kembangkan semaksimal mungkin dengan pengungkapan dan perwujudan. Tidak cuma omong doang, tapi lewat tindakan.
Kedua, beriman itu harus BAPER: BAwa PERubahan. Kalau kita ingin jadi orang beriman di zaman now itu harus berani membawa perubahan dan pertobatan. Sadar diri, bahwa kita telah dipanggil, dipilih, dan dikuduskan oleh Tuhan. Maka setiap perkataan, rencana, dan tindakan itu harus membawa perubahan untuk diri sendiri dan sesama.
Tidak seharusnya orang beriman itu stagnan, atau tidak ada perubahan sama sekali. Lakukan pertobatan ke arah positif, maka akan membawa perubahan positif pula.
Ketiga, beriman itu harus UTANG : Unggul dan TANGguh. Artinya kita harus punya ‘mindset’ seorang pemenang. Kalau melakukan sesuatu lakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak seharusnya orang beriman itu bermental cemen alias mudah putus asa, dan mudah menyerah. Buatlah hidup kita unggul di hadapan Tuhan dan sesama agar Tuhan bangga. Bukan karena kekayaan, uang, harta, jabatan dan kepintaran. Melainkan karena kesucian, kerendahan hati, dan kasih. “The identity of christians is holiness, holiness and holiness.”
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

