| Red-Joss.com | “Beri Aku waktu semenit saja…”
Tiba-tiba suara berwibawa itu bergema di dalam gereja. Semua orang kaget, lalu mencari sumber suara itu, tapi tidak ditemukan.
Pastor yang tengah memberi homili itu juga tidak kalah kaget, dan ia juga tidak menemukan dari mana sumber suara itu.
Umat saling beradu pandang dalam tanya, dan jadi heran. Lalu di sana sini terdengar bisik-bisik. Mereka makin penasaran.
“Siapakah yang kalian cari?” Suara lelaki yang berwibawa itu terdengar lagi. Perlahan, tapi mampu menyihir dan membetot sukma.
Tiba-tiba, entah dari mana muncul sesosok pribadi yang sangat akrab dan dikenali: Yesus!
Astaga, salib yang bergantung di dinding itu, juga tidak ada lagi sosok Yesus. Karena, sekarang IA berdiri di altar!
Halunisasikah semua ini?
Semua umat terperangah, melongo. Di sana sini lalu terdengar decak heran, kagum, gembira, dan entah perasaan apalagi berkecamuk di hati mereka.
Spontan, tanpa dikomando, umat ingin mengabadikan peristiwa itu. Mereka lalu berdiri, bersiaga total dengan hape di tangan. Sebagian dari mereka bergegas lari ke depan untuk melihat dengan jelas, dan untuk mengabadikan penampakan yang spektakuler itu! Dijamin, viral!
Sayang, seribu sayang, semua hape umat itu ‘ngeheng’, ngadat, atau juga mungkin rusak. Karena, baik kamera maupun video yang di hape itu macet total!
Semua orang menjadi ribut dan heboh. Serentak mereka mengotak- atik hape untuk membetulkannya.
“Hapeku macet, rusak…!”
“Hapeku juga!”
Di dalam gereja pun makin gaduh. Semua orang berisik membicarakan hape yang rusak serentak dan tidak bisa dibetulkan lagi.
“Ternyata sungguh teramat penting dan berarti sekali hape itu melebihi Aku…,” katanya lirih, sedih.
“Sebenarnya, kalian ke gereja itu untuk apa dan mencari apa…? Hape telah menjadi nomor satu dan menguasai hidup kalian. Sungguh menyedihkan sekali…”
Mereka bertukar pandang. Ada sebagian umat yang bersikap masa bodoh, tak peduli, tapi ada juga yang malu hati.
Apa benar hape telah menguasai hidup ini, dan kita mentuhankannya?
Coba lihat dan amati dalam keluarga sendiri, di rumah ibadah, dan di mana saja. Berapa jam sehari kita habiskan waktu untuk berkutat dengan hape? Apa reaksi kita, jika hape itu terselip atau hilang?
Sesungguhnya, disadari atau tidak, sebagian dari kita telah dikuasai hape, dan mentuhankannya.
Tragis, menyedihkan, dan ironis!
Sesungguhnya, dengan asyik bermain hape di dalam gereja berarti kita telah menduakan Yesus, dan menyalipkan-Nya kembali.
Kita sering kali dibius ingin melihat bukti mukjizat yang spektakuler dan viral untuk percaya.
Sesungguhnya, berbahagialah orang yang tidak melihat, tapi percaya.
“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”…
…
Mas Redjo

