| Red-Joss.com | Perjumpaan Zakheus dengan Tuhan telah mendatangkan sukacita dalam dirinya dan itu mendorongnya untuk memperbaiki hidupnya.
Tanda pertobatan adalah memperbaiki hidup. Tumpuan hidup seseorang yang bertobat bukan pada kekuatan dirinya: kaya, kuasa, dan bisa apa saja, karena mempunyai apa saja. Bukan!
Makna pertobatan yang sesungguhnya adalah berhenti berbuah jahat dan mulai melakukan kebaikan.
Stop hanya peduli mendapat keuntungan bagi diri sendiri dan tidak peduli dengan penderitaan dan kesulitan orang lain.
Zakheus bertobat dengan peduli pada orang miskin dengan merelakan setengah dari harta kekayaannya untuk menolong mereka.
Adakah yang ingin kita relakan untuk Tuhan? Apakah rencana Tuhan terhadap diri kita? Apakah Tuhan ingin kita jadi seperti Zakheus? Memberi sebagian milik kita kepada si miskin? Apa milik kita yang dapat dibagikan?
Tuhan, setiap pagi hari, karena saya ada kegiatan rutin, tidak selalu dapat bertemu dengan-Mu dalam Perayaan Ekaristi. Maka saya naik pohon ara seperti Zakheus dengan cara lebih pagi bangun, memberikan sebagian lelap tidurku untuk bermenung tentang kasih-Mu dan membagi buah-buah permenungan itu dalam bentuk salam kepada para sahabat.
Pakailah Tuhan ‘Salamku’, sekiranya berguna untuk kepentingan sahabat seperjalanku untuk melihat dan mengenal-Mu lebih erat lagi.
Salam sehat dan tetap sehati berbagi berkat.
…
Jlitheng

