“Tuhanlah Penjagamu; Ia tidak terlelap dan tidak tertidur. Pertolonganku datang dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi”(Mazm 121: 2,4).
Di tengah pergumulan dan keletihan kami, Allah tetap di sisi kami. Penjaga di tangan kanan kami, yang menuntun setiap langkah dan mengangkat kami, ketika iman kami mulai lemah.
Seperti Musa yang berdiri di puncak bukit dengan tangan terangkat,
Allah mengingatkan kami, bahwa kemenangan tidak datang dari kekuatan, tapi daripada-Nya melalui doa yang tekun dan percaya. Saat iman kami mulai goyah, kirimkanlah “Harun” dan “Hur” bagi kami: saudara seiman yang menopang hati kami agar tetap terarah kepada-Nya.
Tuhan Yesus, Engkau pun naik ke bukit, dan di bukit Kalvari, Engkau merentangkan tangan-Mu antara Surga dan bumi, berdoa bagi kami melawan dosa dan maut. Salib-Mu menjadi ‘tongkat’ Allah yang baru,
mengalirkan air kehidupan dari sisi-Mu yang tertikam, mengalirkan kerahiman yang tak pernah habis.
Ajarilah kami, ya, Tuhan, untuk mengarahkan mata kami ke gunung suci-Mu: bukan dengan putus asa, melainkan dengan harapan yang teguh, sebab pertolongan kami datang hanya dari-Mu. Ketika ketidakadilan menekan, dan doa terasa hampa, ingatkan kami pada sang janda yang tak menyerah,
dan pada sabda-Mu: “Berdoalah senantiasa dan jangan putus asa.”
Ya, Roh Kudus, perbaruilah karunia iman di dalam kami untuk bertekun dalam doa dan setia kepada firman-Mu, karunia untuk percaya walau belum melihat.
Latihlah hati kami dalam kebenaran agar doa kami tidak lahir dari perasaan semata, tapi dari keyakinan yang teguh, bahwa Engkau mendengar, peduli, dan bertindak.
Ubah penantian kami jadi pujian, pergumulan jadi persembahan, dan ketekunan jadi kesaksian iman. Bila Putra Manusia datang kembali,
semoga Ia menemukan di hati kami iman yang bertahan, dan pengharapan yang bersinar dalam kasih-Mu.
Ya, Bapa yang Maha Rahim, ajarlah kami, bahwa buah doa itu bukan ‘punya kendali’, melainkan persekutuan dengan-Mu; bukan ada di ‘jawaban’, melainkan tumbuhnya cinta. Sebab dalam percaya kepada-Mu, sesungguhnya kami telah menerima segalanya. Amin.
“Ya Yesusku, Engkaulah sandaranku, pengharapanku, dan kekuatanku.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

