“Tuhan memberi jauh di luar pikiran manusia, ketika kita taat dan setia pada kehendak-Nya.” -Mas Redjo
…
“Sungguh sangat ajaib tangan-Mu!” puji hati saya lirih di antara untaian air mata haru dan bahagia.
Tanpa dipikir, untaian bayangan yang bagai puzzle itu menyatu jadi film iman yang utuh nan indah. Tidak hanya menyentuh, tapi menggugah dan meneguhkan jiwa!
Bagaimana tidak?! Tiba-tiba anak yang hilang itu, T yang keponakan saya muncul kembali di saat sulit dan pedih nyeri.
T menghubungi saya, setelah sekian tahun menghilang tiada kabar berita. Berbagai perasaan itu langsung mengaduk-aduk hati ini membuat saya tidak tahu harus bagaimana dalam menentukan sikap.
“Lebih baik kau mudik. T butuh dampinganmu,” sentuhan lembut tangan suami di bahu saya itu ibarat setetes air di padang oase.
Saya diam, meragu. Selama ini T selalu membuat ulah, masalah, dan merepotkan keluarga. Saking nelangsa, Ibunya T berpulang. Apakah T jadi sadar, insaf, dan berubah?
Faktanya tidak! Bahkan T makin tidak karuan!
Ketika Ibunya T yang sepupu saya itu masih sehat, T tega meminta bagian warisan rumah untuk berfoya-foya.
“Nitip T, ya Dik,” pinta sepupu saya lewat telepon, sebelum berpulang.
Kini T menelepon saya, ketika ia berbaring sakit di RS. Meminta bantuan?
“Coba kau kroscek dulu ke familimu yang lain. Setelah itu kau pulang. Ketika kecil, T dekat denganmu. Ia membutuhkanmu,” suami saya mengingatkan, dan meneguhkan.
Saya mengiyakan. Saya membuka pesan WA, ternyata dari sepupu saya yang lain. Foto T yang sedang berbaring di RS.
Pagi itu, ketika saya mudik ke S, terngiang kembali percakapan saya dan suami.
“Berapa lama kita harus menunggu agar doa kita dikabulkan Tuhan?” tanya saya mengenai perilaku T yang tidak kunjung insaf untuk jadi baik.
“Hanya Tuhan yang mampu mengubah hati manusia. Jika kau bertanya soal waktu itu kurang tepat. Mengapa? Bagi Mas, berdoa itu makin mendekatkan kita pada Sang Pencipta. Kita berdoa itu untuk menyemai harapan. Kita tidak menuntut, tapi melatih kita agar makin sabar… Sabar yang tiada batasnya, karena anugerah-Nya sempurna.”
Saya memejamkan mata.
“Tuhan, terjadilah menurut kehendak-Mu,” doa saya berserah ikhlas. Lalu saya melanjutkan dengan doa Salam Maria…
…
Mas Redjo

