“Menghidupi semangat doa dengan aksi nyata. Anugerah Tuhan luar biasa!” -Mas Redjo
Tuhan itu murah hati! Meski Tuhan tidak selalu mengabulkan doa kita. Tapi Dia selalu memberi kita yang terbaik.
Fakta itu saya percayai dan imani dengan sepenuh hati.
Peristiwa ini terjadi pada 1997 akhir. Semula jabatan saya adalah disain grafis, merangkap penulis naskah iklan, turun jadi tenaga pemasaran. Saya harus memasarkan barang ke pasar-pasar.
Jika menuruti emosi dan sakit hati, saya memilih ke luar untuk mencari pekerjaan baru.
Bagaimana hati ini tidak tertekan. Dari bekerja di ruangan yang ber-AC, saya jadi pekerja lapangan. Saya harus naik motor. Kepanasan, berdebu, dan bahkan kadang kehujanan.
Saya bersyukur, karena disadarkan dengan keadaan ekonomi dalam negeri yang gonjang-ganjing itu. Rupiah melemah terhadap dollar US. Dari yang semula Rp 2.400 melambung hingga Rp 9.600,- Resesi!
Banyak perusahaan bangkrut. Jika saya nekad ke luar juga belum tentu langsung memperoleh pekerjaan baru. Bagaimana dengan nasib keluarga?
Bersyukur, untuk selalu bersyukur. Saya tidak mengeluh, mengumpat sikon nan berat, dan menyalahkan-Nya.
Dalam ketidakberdayaan itu, saya berdoa mencoba memahami situasi dan kehendak Tuhan.
Saya tidak mungkin bisa mengubah sikon yang berat dan sulit itu. Kecuali saya beradaptasi untuk berubah sendiri, dan belajar hal-hal baru!
Jika biasanya kita berdoa mohon agar Tuhan mengabulkan harapan, keinginan, dan impian kita. Kini saya berdoa untuk memahami rencana dan kehendak-Nya.
Saya tidak komplain atau sambat. Tapi saya syukuri sebagai karunia. Tugas utama dan pertama saya adalah menjalani semua itu penuh syukur. Saya harus memberikan kemampuan yang terbaik untuk kantor, sekaligus demi masa depan keluarga.
Ternyata anugerah Tuhan luar biasa. Dari pekerja kasar dan remeh itu, Tuhan memampukan saya untuk mandiri dengan kokoh.
Terpujilah Tuhan!
Mas Redjo

