“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk 6: 12).
Doa merupakan sesuatu yang penting bagi kita orang yang percaya. Melalui doa, kita mengarahkan seluruh hati, pikiran, dan kehendak kepada Tuhan. Sebelum memilih dua belas Rasul, Yesus tidak langsung bertindak. Ia terlebih dahulu naik ke bukit dan berdoa semalaman. Hal ini menunjukkan, bahwa Yesus tidak mengandalkan hikmat manusia, melainkan mencari kehendak Bapa.
Dalam kehidupan ini, sering kali kita cepat mengambil keputusan berdasarkan logika atau perasaan. Namun, teladan Yesus mengajak kita untuk berhenti sejenak, mencari Tuhan dalam doa dan menyerahkan setiap langkah kita kepada-Nya.
Berdoa itu bukan sekadar menyampaikan permohonan, melainkan juga tempat kita menyelaraskan hati dan kehendak kita dengan Allah. Ketika sungguh berdoa, kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membimbing kita. Keputusan yang dilandasi doa akan menghasilkan buah yang kekal.
Mari kita belajar meneladan Yesus untuk terlebih dahulu duduk diam di hadirat Allah, sebelum membuat keputusan dan mengawali setiap kegiatan dengan doa.
“Tuhan, tuntunlah kami dalam setiap pengambilan keputusan agar selaras dengan kehendakMu. Amin.”
Sr. M. Elsya, P. Karm
Selasa, 09 September 2025
Kol 2: 6-15 Mzm 145: 1-2.8-11 Luk 6: 12-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

