Di saat kita mulai berdoa yang dilanjutkan dengan meditasi (kontemplasi), diciptakan terlebih dahulu keheningan dan ketenangan batin.
Di saat hati hening, tenang, dan fokus itu kita merasakan kehadiran Tuhan, sekaligus merasakan cinta-Nya secara penuh. Kita sungguh dicintai oleh-Nya.
Tiga (3) pertanyaan refleksi diri untuk menjaga hidup kita supaya tetap berada pada jalur yang benar:
- Pertama: Ke mana saya akan pergi? Hidup ini ada ujungnya.
- Kedua: Mengapa saya hidup? Hidup yang disadari (sadar diri).
- Ketiga: Siapakah saya ini? Keberadaan diri ini yang sebenarnya tanpa topeng.
Setelah dengan jujur menjawab pertanyaan tersebut, kita siap melanjutkan hidup ini penuh iman, dan tidak dengan ketakutan-ketakutan.
Lalu doa itu ditutup dengan permohonan yang jadi kerinduan kita paling dalam, yaitu hati yang damai, penuh sukacita, dan hati yang senantiasa bersyukur.
Hidup yang bermakna sebagai ungkapan pujian dan syukur kepada-Nya!
Rm. Petrus Santoso SCJ

