“Dekat salib Yesus berdiri Ibu-Nya dan saudara Ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena” (Yoh 19: 25).
Bunda Maria mengajarkan kita, bagaimana berdiri teguh dalam penderitaan. Di kaki salib, di tengah kesakitan dan kehilangan, ia tetap berdiri dengan setia mendampingi Putranya yang menderita.
Sebelumnya, ia telah belajar untuk berdiri menerima Sabda Inkarnasi pada Kabar Sukacita. Oleh karena itu, ketika ia harus menyaksikan penderitaan Sang Putra, ia makin berdiri dekat dengan Salib Sang Putra. Dia membiarkan Putranya menjadi titik tumpuan hidupnya. Dalam penderitaan Yesus, Maria tetap setia mendukung misi Tuhan.
Sebagai ibu, Maria berdiri tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk mereka yang menderita, mendampingi mereka dengan kasih yang penuh. Bunda Maria mengajarkan kepada kita, bagaimana berdiri dekat dengan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita. Secara khusus, ketika kita mendampingi orang yang menderita, kita dipanggil untuk hadir dengan penuh kasih.
Semoga kita selalu dekat dengan Tuhan dan siap mendukung keluarga dan teman kita yang membutuhkan.
Tuhan, izinkan kami berdiri dekat dengan-Mu Seperti Bunda Maria, agar kami selalu siap melakukan kehendak-Mu dalam kehidupan kami.
Sr. Janetta, P. Karm
Senin 09 Jun 2025
Pw Santa Perawan Maria Bunda Gereja
Kej 3:9- 15.20 atau Kis 1: 12-14 Mzm 87: 1-3.5-7. R:3; Yoh 19: 25-34

