Sambil kujabat erat kusebut penuh hormat, “Move on ya, Mbak.”
Kukira lupa seperti awalnya, ternyata tidak: “Om, terima kasih, ya. Koq masih seperti dulu to.”
Kata ‘dulu’ itu bukan bulan lalu atau tahun lalu, melainkan 32 tahun yang lalu. Itu pertama kali saya berjumpa beliau dan kemarin pagi kali yang kedua. Melayat suaminya, teman SMA, Leo Puja, yang Senin pagi dipanggil Tuhan.
‘Move on’ artinya berdamai dengan semua kenangan di masa lalu, yang kemudian menyebabkan seseorang merasakan kecewa, sedih, sakit, dan putus asa.
Saya seorang diri di antara mereka yang ikut Misa requiem, tak kenal dan dikenal siapa pun kecuali istrinya yang semula tidak kukenali wajahnya. “Maaf Mbak, supé, tapi saya hadir.”
Beruntungnya jadi orang Katolik, karena ada Lingkungan yang merawat, mendoakan dan memakamkan. Betapa sunyi tanpa lingkungan.
Requiescat In Pace ad vitam aeternam, Leo. Move on, Mbak.
Salam sehat.
…
Jlitheng

