Belas kasihan (compassion) merupakan panggilan nurani dari seorang yang hidupnya selalu terarah dan menyatu dengan Allah Yang Maha Kasih. Yesus memberi kesaksian luhur itu tatkala mendapati banyak orang sedang dalam kesulitan. Ia menjumpai banyak orang yang berkerumun itu seperti ‘domba yang tidak mempunyai Gembala’. Ia segera beraksi menyelamatkan mereka dengan mengarahkan para murid-Nya untuk segera memberi makan kepada orang banyak itu.
Setelah makanan berupa lima roti dan dua ikan itu disiapkan, Yesus mengucap syukur kepada Bapa-Nya, lalu memperbanyak makanan itu dan membagikannya kepada orang banyak. Mukjizat Yesus ini bermula dari hati-Nya yang tergerak oleh belas kasihan. Kasih-Nya tampak nyata bagi setiap orang yang mengikuti-Nya. Solidaritas yang diteladankan Yesus ini merupakan wujud kesaksian penting dan mendesak bagi kita. Aneka bentuk keprihatinan terhadap orang lain itu hendaknya dilakukan dengan ketulusan, kesigapan dan menjangkau kebutuhan konkret orang-orang yang sedang dalam kesulitan.
“Ya, Tuhan, tambahkanlah iman, harapan, dan kasih pada diri kami untuk terus tergerak melayani sesama kami yang membutuhkan pertolongan. Amin.”
Ziarah Batin

