“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!” (Mat 11: 21a).
Yesus mengecam kota Khorazim dan Betsaida tidak tanpa alasan. Dituliskan, bahwa Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat, walaupun di situ Yesus melakukan paling banyak mukjizat. Hal ini jadi teguran bagi kita untuk direfleksikan, “Apakah aku mengeraskan hati terhadap Tuhan? Apakah aku menutup hati terhadap suara-Nya? Ketika jatuh dalam dosa dan kelemahan-kelemahan, apakah aku jadi putus asa?”
Putus ada berarti kita tidak percaya pada kerahiman Tuhan. Padahal tidak ada dosa yang terlalu besar yang tidak akan diampuni, bila kita mau datang pada Tuhan dengan penyesalan yang sungguh. Bukankah itu tanda cinta-Nya bagi kita?
Mari kita menyadari kebesaran kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup kita, baik dalam perkara besar maupun kecil. Kita berbalik kepada-Nya dan bekerjasama dengan rahmat-Nya dalam pertobatan sejati.
Sr. M. Nikola, P. Karm
Selasa, 15 Juli 2025
Kel 2: 1-15 Mzm 69: 3.14. 30-31. 33-34; Mat 11: 20-24
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

