“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk 1: 45).
Seruan Elisabeth kepada Maria ini bukan dari dirinya sendiri, melainkan Roh Kudus yang mendorongnya (bdk. Luk 1:41).
Di masa kini, Roh Kudus yang sama masih terus berbicara kepada setiap orang beriman, “Berbahagialah engkau karena percaya.” Tentunya, pengalaman kita tidak sama dengan Bunda Maria yang mendengar langsung sabda Allah melalui Malaikat. Namun, kita dapat mendengar sabda Allah melalui Kitab Suci yang sekarang ini amat mudah dijangkau.
Di dalam Kitab Suci, terdapat ungkapan cinta dan janji-janji Allah yang diberikan kepada mereka yang percaya dan mengasihi-Nya. Salah satu janji Allah yang telah digenapinya ialah kelahiran Putera-Nya yang sebentar lagi akan kita rayakan dengan penuh sukacita.
Dalam masa penantian itu Roh Kudus, sekali lagi berseru kepada kita: “Berbahagialah engkau karena percaya.” Kita patut berbahagia, karena percaya akan keselamatan kita yang makin mendekat; berbahagia, karena percaya, bahwa pengharapan, doa-doa, dan kerinduan hati kita akan terpenuhi dalam Kristus yang datang.
Fr. Moses Maria, CSE
Sabtu, 21 Desember 2024
Hari Biasa Khusus Adven
Kid 2: 8-14 atau Zef 3: 14-18a Mzm 33: 2-3.11-12.20-21; Luk 1: 39-45
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

