Ada orang yang sulit berbagi, mudah berbagi, dan ada pula orang yang tidak pernah berbagi, tapi cerewet.
Mengapa orang sulit berbagi? Bisa jadi tidak pernah diajari dan diberi contoh untuk berbagi. Dia tidak melihat, bahwa berbagi itu indah. Berbagi itu bisa meringankan orang lain dan mendatangkan berkat. Orang jadi sulit berbagi, karena dirinya tidak mempunyai kepedulian sosial.
Mengapa ada yang mudah berbagi? Sebab, telah diajari sejak kecil, pribadi itu melihat contoh dari orang baik di sekitarnya. Ia juga bisa melihat sendiri, bahwa berbagi itu indah dan bermakna. Berbagi itu bisa meringankan beban orang lain. Sekaligus untuk menyalurkan berkat Tuhan yang telah diterimanya. Makin sering seseorang berbagi, kian terasah kepedulian sosialnya.
Tapi ada yang memprihatikan pula, yakni orang yang tidak pernah berbagi, tapi cerewet. Kok bisa? Sebab, dia itu pelit. Berbagi sedikit, tapi diceritakan dan menyebar ke mana-mana. Berbagi sedikit, tapi semua orang wajib mengetahuinya. Apa yang salah? Berbagi itu tidak salah, tapi sikapnya itu tidak tepat. Berbagi ikhlas hati itu tidak butuh pujian, karena mengasihi.
Sahabat, Tuhan telah mencukupkan hidup kita. Bisakah kita berbagi? Mulailah direncanakan untuk berbagi: kepada siapa, kapan, di mana? Karena itu talenta kita…
Orang lain bisa menikmati talenta yang kita miliki. Di tangan mereka, talenta itu berubah jadi berkat. Yang menerima itu pasti mendoakannya. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

