“Start and end the day with of gratitude”
Rio, scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup akan penuh warna, bila hati gembira dan sukacita. Obat mujarab untuk beban hidup yang berat adalah gratitude. Pintu rejeki terbuka lebar bila hati tulus berbagi dan ada rasa syukur.
Kadang hidup terasa penat oleh kesibukan. Apresiasi pada diri pun mati. Rasa syukur atas apa yang kita punya pun sirna. Belajarlah dari lampu lalu lintas! Ada kalanya kita berhenti sejenak untuk diri sendiri, ada kalanya kita berhati-hati. Ada kalanya jalan terus. “Just remind yourself of the things that you grateful of and appreciate the things that you already have and be gentle with yourself.”
Pada diri saja kita sering tidak peduli, apalagi dengan sesama. Lebih parah lagi tidak peduli pada Sang Pencipta. Rejeki boleh bertambah bahkan melimpah, tapi mirismya, jika sukacita dan rasa syukur itu melemah. Deposito dan aset boleh menjulang tinggi, tapi bahagia dan sukacita mati suri.
Sesungguhnya tidak ada yang kekal dan lestari di dunia ini. Semua datang dan pergi. Roda kehidupan terus berputar, kadang di atas kadang di tengah, bahkan di bawah.
Nah, sebelum terlambat…”Ingatlah hari terbaik itu, jika kita memulai dan mengakhirinya dengan hati yang bersyukur.”
Deo gratias.
…
*Edo/Rio, SCJ.

