“Marilah kepada-Ku, kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11: 28).
…
Seorang pembicara di sebuah seminar mengangkat sebuah gelas berisi air, kemudian bertanya, “Berapakah berat gelas ini?”
Para peserta mencoba menerka berat dari gelas itu.
Pembicara itu lalu melanjutkan, “Berat gelas ini tidak ditentukan oleh seberapa banyak isinya, tetapi ditentukan oleh berapa lama saya memegang gelas ini. Jika saya mengangkat gelas ini selama beberapa menit, tidak akan terasa berat. Namun, jika saya mengangkatnya selama berjam-jam, maka tangan saya akan terasa sakit. Berat dari gelas ini sama sekali tidak berubah, tetapi lamanya mengangkat gelas itulah yang membuatnya terasa berat.”
Beban hidup itu dapat diibaratkan seperti gelas yang berisi air. Ketika kita memikirkannya selama beberapa waktu, kita mungkin tidak akan merasa lelah. Namun, jika kita terus-menerus memikirkannya, maka beban itu akan menguras energi kita dan akan terasa makin berat daripada beban yang seharusnya. Terkadang sifat keras kepala kita sendirilah yang membuat beban hidup itu terasa makin hari kian berat. Padahal, Tuhan sudah berjanji, bahwa Ia akan memberikan kelegaan kepada setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat, asalkan kita mau datang kepada-Nya.
…
Sr. M. Laura, P. Karm
Rabu, 11 Desember 2024
Hari Biasa Pekan II Adven
Yes 40: 25-31 Mzm 103: 1-4.8.10 Mat 11: 28-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

