Pelayanan yang ‘down to earth’ adalah berani pasang badan.
Mengapa pelayanan yang ‘down to earth’ itu penting? Seperti misa wilayah atau lingkungan.
Agar kehadiran Gembala membuat Altar yang terasa tinggi dan jauh, terutama untuk umat yang terbatas, karena sakit atau tua jadi terasa dekat. Cinta Tuhan juga terasa makin nyata dan menyentuh.
Pelayanan yang ‘down to earth’ seperti itu dengan jelas memenuhi petuah Guru (Mat 25: 35): “Ketika Aku lapar dan haus, engkau memberi Aku makan dan minum. Ketika Aku orang asing, engkau memberi Aku tumpangan. Ketika Aku sakit, engkau melawat Aku.” Merasa lapar dan haus, jadi orang asing dan terlupakan, itu tidak aneh dirasakan oleh kawanan dengan jumlah diatas 13.000. ‘Down to earth’ adalah salah satu jawaban.
Ada pernyataan, jika ingin berhasil dalam pelayanan itu fokus pada hal-hal kecil yang bermakna, dan tidak pada hal-hal besar yang banyak wacana.
Pelayanan yang tulus itu berakar pada tindakan yang menyentuh kehidupan umat secara nyata, meski dalam skala kecil, hingga menciptakan dampak yang lebih mendalam dan bermakna.
Saya tersentuh dengan pernyataan seorg gembala kecil (Kaling): “Besok sore OMK tugas tata laksana. Karena OMK lingkungan saya tidak banyak, maka saya mesti pasang badan. Nyes di hati rasanya.
Pelayanan yang ‘down to earth’ itu mempunyai arti baru berani pasang badan. Wujud pertobatan nyata.
Salam sehat.
Jlitheng

