“Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakanya, berhubung dengan peristiwa Herodias, Isteri Filipus saudaranya” (Mat 14: 3).
Menyuarakan kebenaran itu bukan hal yang mudah. Demikian juga Santo Yohanes Pembaptis yang tidak tinggal diam, ketika melihat kesalahan yang dilakukan oleh Herodes, yaitu mengambil isteri saudaranya. Niat baiknya itu justru mengakibatkan kematiannya. Yohanes yang berani menyuarakan kebenaran harus menanggung akibatnya. Walaupun demikian, Yohanes telah memberikan teladan yang baik dan benar bagi kita, yaitu berani menyuarakan kebenaran.
Ketika melihat seseorang melakukan kesalahan, kita juga harus berani memberitahu orang itu, menegur dan membantunya untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang benar.
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali” (Mat 18: 15).
Menegur itu harus dilakukan dengan semangat kasih dan kerendahan hati. Sebelum menegur orang lain, hendaknya kita terlebih dahulu menyerahkannya kepada Tuhan dalam doa agar Tuhan yang terlebih dahulu menjamah hatinya dan memampukannya untuk menerima teguran kita.
Sr. Malina, P. Karm
Sabtu, 02 Agustus 2025
Im 25: 1.8-17 Mzm 67: 2-3.5.7-8 Mat 14: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

