Yoh. 1: 19-28
“Kadang kita berada dalam situasi yang menggoda untuk mengatakan ‘ya’ kepada tawaran pihak lain, walaupun seharusnya ‘tidak’. Maka kejujuran untuk mengatakan ‘tidak’ terhadap yang seharusnya tidak hanya bisa diucapkan oleh orang jujur, walaupun ada resiko dan konsekuensi buruk yang diterimanya.”
Andaikan Yohanes Pembaptis ingin mendapatkan pujian dan penghormatan besar, maka bisa saja ia berbohong dan menjawab “ya”, namun kejujuran bangkit mengalahkan keinginan dan ambisi, maka karakter kuat Yohanes muncul dalam dalam kisah Injil hari ini: ”Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia menjawab: “Bukan!” (ayat 20-21).
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Tidak mendapatkan apa-apa, karena kejujuran lebih berharga daripada memperoleh seluruh isi bumi dengan kebohongan;
2) Keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ terhadap tawaran yang menggiurkan adalah karakter orang jujur;
3) Menjawab tidak atau bukan pasti tidak mengenakan bagi orang yang mengharapkan jawaban ‘ya’, namun justru kekuatan karaktermu terlihat dalam jawaban yang diberikan.
Akhirnya jangan hidup hanya untuk menyenangkan orang lain dan dirimu dengan kebohongan. Sebaliknya kejujuran akan membuat hidup dan dirimu mempesona di hadapan semua orang.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

