| Red-Joss.com | Hidup harmonis dan berkualitas itu ditentukan bukan dari apa yang kita kenakan, termasuk jabatan dan pangkat. Tapi dari apa yang kita ucapkan, lakukan, dan kita kerjakan terhadap orang lain.
Namun, tanpa sadar, ada sikap dan perilaku kita yang mungkin membosankan dan tidak menarik di mata orang lain.
Perilaku yang membuat orang lain bosan antara lain:
(1) sering omong tentang diri sendiri,
(2) suka mengeluh dizolimi, dan
(3) lempar batu sembunyi tangan.
Yang paling menyebalkan adalah sikap lempar batu sembunyi tangan. Memakai orang lain dengan cara mengintimidasi, dan _power abuse. Memakai wibawa sebagai pejabat (dunia atau rohani) seperti prajurit yang menampar Yesus itu. Dampaknya sangat dahsyat bagi yang terlempar. Plaak! Begitukah sikap-Mu terhadap Imam Agung? Kata-Nya: “Kalau Aku salah, katakanlah salah-Ku. Tetapi, kalau tidak, mengapa engkau menampar Aku?” Yang dilakukan Imam Agung terhadap Yesus itu memang jahat, lempar batu sembunyi tangan.
Perilaku jahat lempar batu sembunyi tangan seperti itu hampir tiap hari terjadi, baik di medsos bahkan di dalam keseharian kita. Mungkin saja kita yang melempar atau dilempar. Jika kita yang terlempar, kita dapat mengatakan berikut ini:
Jika aku salah, tegurlah aku, tapi jangan lewat orang lain.
Jika aku lupa, ingatkan aku, tapi jangan pakai orang lain.
Mengapa? Karena aku yang akan memperbaiki diri, bukan mereka.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

