| Red-Joss.com | Jika cinta adalah sesuatu yang selalu dirindukan, menyembuhkan, dan membawa kelegaan. Alangkah sungguh menggembirakan dan membayangkan perjumpaan hidup keseharian yang dipenuhi cinta.
Kisah cinta ini terlintas, ketika pagi ini saya nonton sepenggal cuplikan film ‘Angel Eyes’.
Dalam film itu diceritakan, seorang pria tenggelam dalam rasa bersalah, karena mobil yang dikendarainya ditabrak oleh truk yang berjalan ugal-ugalan. Sehingga menewaskan istri dan putra tunggalnya. Rasa sesal dan penderitaannya itu akhirnya sembuh, ketika seorang polisi wanita mencintainya.
Kombinasi senyuman yang ikhlas dan tatap mata yang teduh oleh penerimaan hati yang senantiasa hangat oleh kerinduan dan harapan menjadi pesan sederhana tentang perjumpaan yang menyembuhkan luka dan membahagiakan jiwa.
Film itu memberi sentuhan akhir yang indah. Bahwa kesabaran itu mampu luluhkan hati untuk mencintai.
Selain itu, terlintas pula dalam ingatan saya akan pergumulan hidup seorang gadis kecil yang terus mempertanyakan masa depannya: “Am I making a difference?”
Ketika dewasa ia menjadi seorang biarawati yang bertugas merawat anak-anak kecil yang bermasalah.
Di dalam seluruh kegiatannya itu ia tetap ragu, apakah hidupnya mampu memberi warna bagi pribadi-pribadi yang dijumpainya.
Hingga suatu hari, seorang gadis kecil datang dalam perawatannya dan amat merepotkan. Ia terus meronta, berteriak-teriak, dan melawan dengan tidak mau melakukan permintaannya. Sebaliknya melakukan kebalikan dari semua hal yang diminta untuk dia lakukan.
Hari pun terus berlalu. Suatu hari Suster yang senantuasa memberikan berkat dan menemaninya menjelang tidur itu mendengar anak itu berbisik lirih: “Ini adalah hari pertamaku sepanjang hidup di mana aku dapat tidur tanpa rasa takut”.
Melalui perjumpaan dengan anak itu akhirnya pergumulan hidupnya terjawab: “The answer depends on how am I going to respond to the next person that I meet.”
Jawaban itu sepenuhnya bergantung pada keputusan kita, bagaimana kita menanggapi setiap pribadi yang dijumpai.
Suster itu tersenyum menjawab keingintahuan orang yang hadir dalam suatu perbincangan tentang kesembuhan dalam hidup.
…
Herry Wibowo

