“Beramal itu tujuan yang utama adalah berbagi dengan ikhlas hati.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Jika di kemudian hari terbukti ada pengurus yang menyalah-gunakan dana dari masyarakat untuk kepentingan pribadi, itu yang harus disikapi dengan bijaksana.
Kita tidak boleh menyalahkan dan menghakimi pengurus yang lain. Kita tidak boleh apriori jadi malas atau berhenti untuk menyumbang lagi.
Teliti sebelum membeli. Jika ingin beramal itu hendaknya ikhlas hati. Tidak untuk alasan yang lain!
Ketika kita kecewa dan menyesal, melihat realitas pengurus suatu yayasan atau badan amal yang korup itu berarti kita menyumbang tidak ikhlas hati. Beramal itu spontan, tanpa alasan, dan tidak untuk diingat lagi, tapi dilupakan.
Jika, karena kecewa. Lalu di antara kita ingin beramal, menyumbang secara langsung, tidak lewat badan amal. Hal itu juga harus dihargai dan dihormati.
Begitu halnya, jika kita mengetahui, ternyata ada profesi pengemis yang penghasilnya besar dan lebih tajir dibandingkan kita. Atau ada orang berpura-pura cacat demi peroleh belas kasihan.
Stop! Lebih bijak kita refleksi diri. Lepaskan prasangka dan sikap untuk menghakimi. Kita bertanya pada nurani sendiri: maksud dan tujuan dari beramal itu.
Kita peduli, karena hati ini tergerak oleh belas kasihan. Tidak untuk yang lain.
Hidup memberi dan tanpa alasan, karena kita ikhlas hati.
…
Mas Redjo

