| Red-Joss.com | Seluas apa pun ilmu yang dipelajari, jika kita tidak memilki adab, ilmu itu tiada guna dan sia-sia. Tapi sekecil apa pun ilmu yang dihidupi dengan kasih, kita temukan hidup sejati.
Sesungguhnya, kita dituntut untuk jadi pribadi yang beradab agar kita mampu menghidupi ilmu yang dipelajari, sehingga berguna bagi sesama.
Ketika viral peristiwa pembubaran paksa oleh sekompok orang pada sejumlah mahasiwa yang sedang berdoa Rosario di Pamulang, Tangsel, hingga menimbulkan korban luka. Hal itu membuat banyak orang mengelus dada, miris, dan hati ini sakit sekali.
Ternyata hingga kini, pelarangan dan pembubaran paksa orang yang berdoa di rumah itu sepertinya terus terulang di negeri yang konon miliki toleransi tinggi. Padahal hidup beragama itu dijamin dan dilindungi oleh pemerintah.
Kita tidak perlu saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab. Alangkah bijak, jika kita mau refleksi diri, karena peduli. Kita duduk bersama untuk membuka hati demi perbaikkan ke depan agar peristiwa yang memalukan itu tidak terulang kembali.
Sebagai anak bangsa, kita harus sadar diri, untuk saling menghargai dan menghormati, bahwa hidup beragama itu dijamin oleh UUD 45. Sehingga bagi yang melanggar itu harus ditindak tegas dan dihukum agar pelakunya jera!
Harus disadari, bahwa beragama tanpa dihidupi itu bagai semboyan kosong dan basa basi. Beragama, tapi tidak beriman. Karena hidup ini tidak diwujudkan dalam tindakan nyata.
Harus disadari pula, sesungguhnya, apa pun agama orang lain, kita memiliki Tuhan yang sama untuk disembah dan dimuliakan, yakni Tuhan yang Mahaesa.
Jadilah pribadi yang beradab, dan maknai ilmu apa pun yang dipelajari agar hidup kita makin bermakna bagi sesama.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

