“Teori itu mudah, praktek yang sulit. Tapi lebih sulit lagi adalah kita malas dan tidak mau mewujudkan teori itu jadi nyata.” -Mas Redjo
…
“Berani beradaptasi dan berubah jadi baik, karena hidup ini indah” adalah sikap jujur yang saya potret pada pribadi NR.
Awalnya adalah ia penjual tanaman hias yang keliling dari komplek ke komplek. Setelah covid, ia ganti haluan, karena jualan tanaman sepi. Lalu pekerjaannya beralih jadi beberes kebun hingga rumah para pelanggan. Bahkah ia tidak mengenal hari libur, karena banyak pelanggan puas dengan pekerjaannya yang rapi dan tuntas.
Saya salut-sesalutnya pada NR, karena bekerja tidak membatasi jam, tapi hingga selesai. Ia biasa datang jam 7.30 pagi dan pulang hingga menjelang magrib!
Tidak hanya itu. Ketika saya hendak minta tolong sekiranya ia berkenan membersihkan saluran got di depan rumah.
“Tidak usah sungkan, Pak, semua pekerjaan itu rezeki yang harus disyukuri,” jawab NR tersenyum. Pekerjaan itu dilakukan dengan ringan tangan dan cekatan.
Menutut saya, sifat ringan tangan NR itu disenangi para pelanggan. Sehingga order pekerja untuknya tiada berhenti sepanjang bulan, dan non stop. Ia tidak kenal hari libur.
Juga harap maklum, kita harus janjian dulu, jika membutuhkan tenaganya, karena jadwalnya padat.
Ternyata yang membuat jadwalnya padat, karena ia tidak pasang tarif, sukarela mereka yang memberi kerja. Alasannya sederhana, besar kecilnya rezeki itu harus disyukuri, dan ikhlas.
Dari pribadi sederhana NR, kita belajar untuk mudah bersyukur dan beradaptasi dalam segala situasi sulit agar pintu rezeki-Nya terbuka lebar.
NR tidak banyak berteori, tapi langsung mewujudkannya.
…
Mas Redjo

