Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Benih kecil harus rela
untuk dikuburkan, baru
bertumbuh tunas baru.”
(Didaktika Hukum Alam)
Kehidupan Bertumbuh laksana Sebatang Pohon
Misteri paling agung dalam proses kehidupan dan pertumbuhan seorang anak manusia dapat dianalogikan, laksana kesetiaan seorang dalam menanam serta merawat tanaman di dalam sebuah pot.
Sungguh kehidupan manusia itu justru diawali dengan benih kecil yang dikuburkan di dalam tanah. Karena, bagaimana mungkin benih kecil itu dapat bertumbuh dan bertunas, jika ia tidak dikuburkan?
Mengapa Manusia dapat Bertumbuh
Suatu proses pertumbuhan hanya terjadi, karena di dalam benih itu terdapat suatu potensi dasyat untuk dapat bertumbuh. Proses nan agung itu justru diawali dengan proses penanaman benih alias dikuburkan di dalam tanah.
Sebelum benih kecil itu dikubur di dalam tanah, juga, ketika ia terbuka terhadap siraman air hujan, diterpa angin, dan dibakar terik mentari, bagaimana mungkin ia dapat bertunas serta bertumbuh besar? Oleh karena itu, mau tidak mau, ia harus patuh melewati proses terpaan alam ini.
Demikian pula proses bertumbuh kembangnya kehidupan seorang anak manusia. Ia harus dibimbing dan dituntun untuk bertumbuh jadi seorang manusia sejati.
Selain itu, seluruh potensi yang tertanam di dalam dirinya itu harus dibantu untuk ke luar dan bertumbuh (educare) lewat proses pendidikan dalam keluarga, lembaga sekolah, dan dalam masyarakat.
Secara rohani dan spiritual, bukankah Tuhan, Sang Maha Pemberi itu telah memberikan sebuah janji penghiburan, di kala kita bersedih, kekokohan di kala kita menghadapi cobaan hidup, seberkas cahaya cemerlang di kala kita dihantui kegelapan hidup. Di atas segalanya itu, kita sungguh memerlukan sikap iman dan ketabahan di kala dihadang saat-saat paling sulit.
Proses jadi Manusia
Itulah sebuah proses nan agung, bagaimana tumbuh kembangnya dari sebutir benih kecil untuk jadi seorang manusia yang sungguh manusia.
Dari sebutir benih yang sangat kecil yang ditanam dan dirawat intens itu, bertumbuhlah jadi sebatang pohon kehidupan. Lewat cara itu pula proses pembentukkan untuk jadi seorang manusia sejati.
“Hai, hamba-Ku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara-perkara kecil, maka perkara-perkara besar pun akan diberikan kepadamu,” demikian amanat Sang Guru Agung.
…
Kediri, 22 Maret 2025

