| Red-Joss.com | Baru kali ini saya mempunyai dan menjumpai pemasok plastik paling konyol di dunia. Bagaimana tidak. Plastiknya lengket dan tidak bisa dibuka. Oleh bagian pemasaran plastik disetujui untuk dikembalikan. Tapi konyolnya, sopir yang kirim itu dilarang membawa pulang barang ‘return’ oleh bagian produksi. Ada apa ini?
Jika pepatah “Jangan beli kucing dalam karung” maksudnya membeli suatu barang tidak dengan melihat isinya. Hal itu terjadi pada saya, meski saya pelanggan lama pabrik itu. Pepatah itu diberlakukan, dan saya dirugikan!
Karena kasihan melihat sopir yang kebingungan, saya bersabar dan mengalah. Barang ‘return’ itu tidak jadi dinaikan ke atas truk. Saya lalu menulis sepucuk ‘surat cinta’ pada bagian keuangan untuk masalah plastik agar diselesaikan dengan baik dan secepatnya. Jika pabrik ngotot dan tidak mau dikomplain, karena produksinya yang gagal. Silakan saya ditagih, dan putus hubungan.
Putus hubungan itu tidak berarti saya arogan dan mau menang sendiri. Beberapa kali plastik yang saya pesan itu lengket dan lasnya jebol. Apa bosan dikomplain? Jika bosan dikomplain, ya, produksinya diperbaiki kualitasnya. Sedang untuk mengatasi agar plastik itu tidak lengket, ya, diberi anti lengket atau diangin-anginan semalaman. Kualitas kontrol juga ditingkatkan demi kepuasan para pelanggan. Faktanya?
Saya merasa aneh dan memcium aroma bau busuk di perusahaan itu. Mungkinkah perusahaan dalam perusahaan, atau ada orang yang bermain?
Kecurigaan itu muncul, karena saya pernah dikirimin surat piutang oleh bagian audit perusahaan itu tanpa menyebutkan faktur dan tanggal nota pengiriman barang. Jumlahnya juga fantastis!
Ketika saya menelepon bagian keuangan untuk minta klarifikasi dan perincian hutang-hutang saya. Mereka jadi kelabakan dan tidak bisa menunjukkan bukti. Bahkan mereka meminta saya, supaya hal itu dianggap tidak pernah ada. Lho?!
Kini kejadian pahit terulang kembali dengan pabrik yang sama. Saya juga tidak mau berprasangka buruk, karena hal itu membuang-buang waktu, energi, dan tak ada gunanya.
Ketimbang membeli kucing dalam karung, lebih baik kucing itu saya keluarkan dari karung untuk dipiara dan teman bermain.
Meong… meong…
…
Mas Redjo

