“Kerendahan hati membuka jalan bagi kebijaksanaan Allah; belas kasih menyingkapkan kemuliaan-Nya.”
Segala karunia dan panggilan Allah tidak pernah Ia cabut kembali. Dalam kebijaksanaan-Nya yang tidak terselami, Ia menenun belas kasih di tengah segala sesuatu, agar yang kuat maupun yang lemah sama-sama mengenal, bahwa mereka itu milik-Nya.
Ketika kami menyadari hal ini, hati kami tertunduk dalam sembah:
sebab setiap kebaikan dalam diri kami adalah anugerah-Nya,
dan setiap belas kasih yang kami berikan hanyalah cinta-Nya yang mengalir melalui kami.
Tuhan Yesus mengajar kami tentang hati yang sungguh tahu, bagaimana mengasihi. Ia memanggil kami untuk mengundang mereka yang tak dapat membalas; orang miskin, yang tersisih, dan terluka. Ia ingin kami belajar, bahwa kasih jadi murni, ketika tidak lagi mencari imbalan, tapi hanya ingin membahagiakan hati Bapa.
Dengan cara inilah Yesus menuntun kami menuju Kerajaan-Nya, di mana kerendahan hati jadi kemuliaan, dan belas kasih jadi mahkota cinta.
Meja-Mu, ya Tuhan, bukan untuk yang sombong, melainkan bagi yang tahu bersyukur dan saling menerima sebagai saudara.
Ya, Allah, menjelang pesta Kristus Raja Semesta Alam, ajarilah kami, bahwa mahkota Putra-Mu terbuat dari kerendahan hati, dan takhta-Nya dibangun dari pelayanan kasih.
Mengikuti Yesus berarti melayani,
dan melayani berarti memerintah bersama-Nya dalam kasih.
Seperti St. Martin de Porres yang menemukan kekudusan di tengah pelayanan sederhana; menyapu lantai, merawat orang sakit, dan merangkul mereka yang tersisih.
Ajarilah kami menemukan sukacita dalam hal-hal kecil, tapi mencerminkan kasih-Mu yang besar.
Seperti Pemazmur, kami mau bernyanyi:
“Aku hendak memuji nama Allah dengan nyanyian, dan mengagungkan Dia dengan ucapan syukur.”
Sebab setiap perbuatan kasih, sekecil apa pun, jadi madah pujian di hadapan-Mu.
Tuhan Yesus, Raja Kerahiman, siapkanlah hati kami untuk menyambut-Mu dalam diri mereka yang miskin, untuk memuliakan-Mu lewat kerendahan hati, dan memancarkan kemuliaan-Mu lewat kasih yang penuh belas kasih.
Bagi-Mu segala kemuliaan
dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

