| Red-Joss.com | Selalu bersyukur itu yang saya lakukan untuk tidak membanding-bandingkan hidup saya dengan orang lain.
Saya belajar untuk tidak komplain, baik pada Allah, orangtua, maupun pada siapa saja.
Apa pun yang terjadi dan dialami, semua itu saya syukuri sebagai anugerah Allah.
Dengan belajar tidak komplain saya ingin merasakan dan menikmati peristiwa hidup ini sebagai proses, dan tanpa protes.
Hidup tanpa komplain mengajari saya untuk menjadi pribadi rendah hati yang sabar, ulet, dan tangguh.
Saya juga tak mau membandingkan rezeki atau keadaan dengan orang lain. Tujuannya agar saya tidak kecil hati, nelangsa, atau stres.
Sesungguhnya saya selalu ingatkan diri sendiri, bahwa belum tiba waktu saya agar saya makin tekun usaha dan berserah ikhlas pada Allah. Karena IA selalu memberi yang terbaik.
Begitu pula, jika orangtua memberi suatu barang pada kakak atau adik, tapi saya diberi yang lain. Saya tidak mau membandingkan nilainya, iri, atau protes pada orangtua. Tapi saya mencoba berbesar hati dan memaklumi, bahwa mereka lebih membutuhkan barang itu.
Jika menginginkan suatu barang, saya harus hemat dan menabung untuk membeli sendiri. Sehingga saya dapat memaknai perjuangan dan kemandirian, ketimbang segala kemudahan yang membuat terlena dan jadi pemalas.
Ketika saya yang berpendidikkan tinggi dan pekerja keras diberi gaji lebih rendah dibandingkan dengan teman yang lain. Saya berpikir, ia lebih ahli dan terampil, sehingga pantas memperoleh jabatan.
Sesungguhnya iri hati itu lemahkan diri sendiri. Rasa benci itu timbulkan dendam dan ingin menyakiti. Tapi hati yang selalu mudah bersyukur itu mencukupkan rezeki.
Selalu belajar untuk pahami orang lain agar kita makin rendah hati untuk temukan makna yang tersembunyi.
Berkah Dalem.
…
Mas Redjo

