Oleh : Jlitheng
| Red-Joss.com | Orang beriman yang hidupnya senantiasa bersinergi dengan rahmat Allah akan sabar menjalani hidup dengan segala kondisinya, tidak tergesa-gesa memetik hasil yang belum waktunya, dan tetap tegar menghadapi cobaan apa pun, serta tak akan mudah surut dalam pengharapan.
Belajarlah berproses seperti tanaman, tidak langsung berbuah saat ditanam, buahnya pun tak langsung masak saat muncul, bahkan harus menunggu berbulan-bulan untuk mencapai musim panen.
Sesungguhnya, siapa pun yang sabar akan mekar seperti bunga, indah bagaikan purnama, dan menakjubkan bak kupu-kupu, karena orang sabar biasanya tampil dengan: pikiran yang tenang, mulut yang terjaga dan perilaku yang luhur :
- Pikirannya tenang tidak meledak – ledak, karena sudah punya timbunan ketabahan dalam hidupnya, sehingga mampu bersikap tenang dan terukur.
- Cara bicaranya. Santun, tidak angkuh, tidak kasar atau narsis. Mengatakan sesuatu tidak dengan tergesa-gesa, karena ingin menyampaikannya dengan tepat.
- Sepak terjangnya jujur, apa adanya, sesuai fakta. Sikap sabar dan jujur itu satu paket. Jika dia leader maka akan disujudi karena integritasnya.
Sabar itu bukan kelemahan tapi kekuatan: dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah yang lembut mematahkan tulang” (Amsal 25: 15).
Tahap dasar menjadi sabar ada di Efesus 4: 31 โSegala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.”
Tetap tekun berproses dalam hidup.
Jlitheng

