| Red-Joss.com | Para splendor educationis, abdi Tuhan yang selalu mendidik dengan cinta dan dikenang dalam kasih oleh murid- murid rakyat kecil.
Sepenggal kalimat pendek tetapi memuat idealisme sang penjuang martabat kehidupan:
“Sebelum mempelajari surga dan malaikat, belajarlah dulu menjadi manusia biasa.” (JB Mangunwijaya)
Pokok yang tak pernah lupa diajarkan beliau kepada murid-murid sekolahnya adalah “permasalahan yang konkret,” bahwa pendidikan adalah:
(1) satu-satunya jalan bagi mereka untuk memuliakan hidupnya sendiri dan hidup sesamanya,
(2) mengusahakan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi, sambil terus berupaya
(3) berkontribusi bagi kemajuan dan kemaslahatan kolektif (nusa, bangsa, negara, dan agama).
Kita bisa menimba inspirasi dari alm Romo Mangun dalam mendisain pendidikan yang berbasis ‘emphaty’ dan iman. Secara ringkas idealisme itu dibahasakan dalam ajakan yang sederhana tapi ‘nanjem’, “Sebelum kamu belajar jadi guru, dokter, insinyur, profesor, caleg, jadi ini-itu, mbok belajar jadi manusia dulu…“_ Character first then…_
…
Jlitheng

