Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Mari kita bersama, seia sekata, sejalan dan setujuan.”
(Peribahasa Bangsa Indonesia)
…
“Sepasang sepatu?” Ya, tidak seorang dewasa pun yang tak mengenalnya. Bahkan sepasang sepatu telah berperan ibarat seorang sahabat terdekat dan terideal bagi Anda dan saya, bukan?
Keunikan dari Sepasang Sepatu
Dalam konteks tulisan ini, kita diajak untuk memandang dan memahami keberadaan sepasang sepatu tidak lagi sekadar sebagai sarana praktis bergengsi untuk menutupi kaki Anda, namun pada makna sepasang sepatu dari aspek keunikannya.
Pernahkah pada suatu kesempatan Anda mendengar ocehan, umpatan, atau keluhan dari sepasang sepatu di kakimu?
Pernahkah Anda diingatkan, agar jangan melintasi jalan berdebu atau beraspal panas?
Atau pernahkah Anda mendengar keduanya bertengkar, gara-gara tidak berjalan dan berayun seirama?
Sungguh unik, bahwa kedua sepatu itu ternyata:
a. Di saat berjalan justru tak dapat kompak, walaupun tujuannya sama.
b. Walaupun sudah usang, keduanya tidak pernah berniat untuk berganti pasangan.
c. Bahkan, jika yang sebelah sirna, maka yang sebelahnya juga tidak berarti lagi.
d. Betapa yang sebelah setia menunggu, di saat yang sebelahnya sobek dan perlu dijahit. Sungguh unik, bukan?
Sejatinya realitas itu sederetan: kesabaran, kesetiaan, kekompakan, dan pengertian baik antar keduanya.
Makna Filosofis
Dari balik sekadar seperangkat barang atau materi sebagai sepasang sarana praktis, sepasang sepatu itu justru mengajak kita agar dapat memahami makna filosofis dari keduanya.
- Sang manusia diajak memahami, bahwa di dalam hidup ini, idealnya harus ada persamaan derajat.
- Dalam hidup ini, perlu dibangun kesadaran agar kita dapat saling melengkapi di balik segudang perbedaan.
- Agar dalam hidup ini di antara kita, tidak saling menginjak satu dengan yang lainnya.
- Kita perlu kesamaan visi dan misi demi keutuhan dalam kebersamaan ini.
- Perlu pula dibangun sikap untuk saling mengerti, bahwa kita tidak selalu harus melangkah bersama.
Itulah sederetan makna filosofis dari sepasang sepatu kehidupan kita.
Sungguh, alangkah ideal dan mulianya, jika keunikan dari sepasang sepatu itu, justru juga menjadi keunikan kita di sepanjang perjalanan hidup ini.
“Ego sum Via et Vita!”
…
Kediri, 3ย Septemberย 2024

