“Balance within outside and inside.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pensil itu benda sederhana. Tapi mengajari kita beberapa hal dalam hidup ini.
Coba perhatikan pensil yang alat tulis kuno ini mempunyai dua bagian. Bagian luar (outside) dan bagian dalam (inside). Bagian luar indah, penuh warna, banyak variasinya, dan menarik. Sedang bagian dalam tidak menarik, hanya warna hitam. Meski begitu yang terpenting dari pensil ,ya, bagian ini.
Hidup manusia juga terdiri dari dua bagian tidak terpisahkan itu, yaitu bagian luar dan bagian dalam.
Bagian luar itu penampilan, kepribadian, kehadiran, tubuh, wajah, … Sedang bagian dalam itu tentang kepribadian yang tulus hati.
Bagian luar itu seperti kharisma, gaya, penampilan, bagaimana kita berbicara, bentuk tubuh, wajah dan tampilan, serta tubuh kita. Sedang bagian dalam itu karakter, moralitas, integritas, dan rohani kita.
Bagian luar itu dinilai dari tampilan kita. Sedang bagian dalam tentang nilai kepribadian. Jika kita hanya fokus untuk mengurusi bagian luar: penampilan, asesoris yang dipakai, bentuk tubuh, atau warna rambut. Maka kita akan mengabaikan bagian terpenting dari jati diri ini, yakni karakter dan hidup rohani. Sehingga keduanya penting untuk diseimbangkan, antara bagian luar dan dalam.
Di era 4.0 ini tawaran untuk mengutamakan bagian luar itu sungguh menggiurkan. Dunia pendidikan yang mengagungkan ilmu, skill, dan kecerdasan. Dunia ekonomi menawarkan pundi-pundi kekayaan. Dunia kesehatan menawarkan macam-macam perawatan. Dunia digital menawarkan serba instan dan masih banyak tawaran luar biasa yang fokusnya menyasar sisi luar hidup manusia. Sementara bagian dalam itu sudah tidak menarik lagi dan cenderung ditinggalkan dan diabaikan.
Seperti pensil itu akan berguna, bermanfaat dan dikatakan pensil, bila ada bagian dalamnya. Demikian hidup manusia itu akan berguna, berharga dan menemukan citranya dalam Tuhan, bila bagian dalam hidup manusia ada, karena dipelihara dan berkembang. Tuhan senang, jika kita memelihara dan merawat tubuh ini. Tuhan tersenyum, bila kita mengembangkan otak dan ketrampilan. Tapi Tuhan jauh lebih berbahagia bila kita menjaga hidup rohani, dan hidup menurut Roh Tuhan.
Pensil mengajari kita tentang pentingnya yang ada dalam diri ini sebagai pribadi, karakter, dan kualitas jiwa kita.
Deo gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

