“Be best your self.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu tidak tentang menjadi baik di mata orang, tapi menjadi lebih baik hari ini, dan makin baik di masa mendatang.
Hidup itu juga tidak untuk menyenangkan semua orang, tapi membahagiakan orang yang pantas kita bahagiakan.
Menjadi diri sendiri itu keputusan dan pilihan. Mungkin banyak orang meragukan dan mentertawakan kita. Mungkin juga ada yang nyinyir dan berkomentar miring. Karena merasa bahwa dirinya paling benar. Tapi yang mesti diingat adalah, bahwa satu pilihan itu membawa perubahan, dan satu keputusan menentukan masa depan.
Hidup itu tidak ajang pembuktikan diri, tapi persembahan hati untuk memaknai. Meskipun ditertawakan, dipermalukan, bahkan mungkin kita dikucilkan. Tapi teruslah berbuat baik. Niat dan motivasi adalah semangat kita untuk ikhlas hati.
Apa yang kita inginkan dan cita-citakan itu kadang kala tidak berjalan mulus. Tak jarang pula dihantam berbagai masalah, persoalan, dan bahkan menemui banyak kegagalan. Tapi jangan takut, karena gagal itu bagian dari kesuksesan. Jadilah pemenang yang selalu mencari peluang, tidak menyalahkan dan larut dalam keterpurukan. Tapi selalu berjuang dan bertekun doa agar Allah berkati usaha agar sukses.
Jangan menjadi manja, yang maunya serba instan dan mudah. Ketika kita inginkan serba kemudahan, masa depan pun susah. Tapi teruslah berjuang dan semangat bekerja, bukan cuma mengumbar kata. Perbaiki diri untuk selalu belajar dan kembangkan potensi. Karena setiap kegagalan adalah pijakan untuk kesuksesan. Buktikan dengan tindakan nyata, tapi tidak dengan kata-kata.
Ada banyak cara untuk hidup betmanfaat dalam karya. Lakukan apa yang kita suka dengan cinta. Belajar menikmati dan memaknai semua itu. Kita tidak harus malu, walau sederhana dan berbeda. Karena tiap pribadi itu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jangan ratapi kekurangan dan kesalahan, tapi terimalah dengan keikhlasan. Kembangkan potensi dan kelebihan diri, karena hal itu yang mendatangkan kesuksesan.
Yakinlah setiap keringat dan air mata itu tidak pernah jatuh sia-sia. Kalau Tuhan memberi kegagalan, yakinlah Tuhan telah menyiapkan keberhasilan yang lebih besar. Kalau Tuhan mempercayakan hal sederhana dan kecil, percayalah, siapa yang setia dalam perkara kecil akan setia pula dalam perkara besar. Ingat selalu, Tuhan mempunyai rencana besar bagi hidup kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

