“Kita lebih takut datang terlambat di kantor daripada terlambat tiba di rumah ibadah.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Fakta itu terjadi pada kita, dan tidak dipungkiri. Jika terlambat di kantor sampai tiga kali, uang trasport kita bakal dipotong. Lebih parah dan menakutkan lagi, jika kita diberi sangsi: surat peringatan atau dipecat!
Coba lihat, ketika pagi hari mudah dijumpai orang naik motor saling bersicepat tanpa memikirkan resiko kecelakaan dan maut.
Sebaliknya, ketika ke rumah ibadah, kita cenderung jalan santai, malas-malasan, bahkan sering kali datang terlambat atau berkilah sok sibuk.
Memprihatinkan, bahkan miris, tapi itulah perbedaan dan realita yang sebenarnya.
Untuk direnungkan bersama, ada apa dengan kita?
Kita bekerja untuk memperoleh gaji guna memenuhi kebutuhan hidup itu benar. Sedang ke rumah ibadah, kita sowan Gusti sebagai sumber hidup sejati.
Kita melakukan perbuatan konyol, jika lebih mendulukan kerja dan gaji, ketimbang dengan ibadah. Bahkan kesannya, kita lebih mementingkan bekerja dengan mengalahkan iman sendiri. Kita lebih takut dengan pimpinan perusahaan, ketimbang dengan Tuhan, si Empunya hidup ini.
Saatnya, kita berefleksi untuk sadar diri dan perbaiki kekeliruan itu. Keimanan itu harus jadi prioritas utama dan pertama, dibandingkan pekerjaan. Karena Tuhan yang anugerahi kita atas hidup dan rezeki ini.
Jika tidak ingin datang terlambat di kantor atau rumah ibadah, kita berangkat lebih awal, dan tidak harus ngebut diburu waktu.
Kita bekerja tidak sekadar demi gaji atau memburu materi, tapi sadar diri dengan tanggung jawab pada keluarga. Perusahaan itu tambang keluarga yang harus dikelola dengan baik.
Begitu pula dengan beribadah itu tidak sekadar rutinitas semata, tapi datang dari kesadaran hati sebagai ungkapan puji dan syukur atas anugerah-Nya yang luar biasa.
Dengan datang di tempat kerja atau rumah ibadah lebih awal, karena kita ingin menyiapkan diri dengan baik. Kita ingin jadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab, baik terhadap perusahaan dan Tuhan yang percayai kita.
Bekerja dan beribadah itu harus disiapkan dengan hati dan disinkronkan, karena kita ingin memberikan yang terbaik dari hidup ini.
Bekerja sebagai ibadah (Roma 12: 1) untuk hidup sukses dan bahagia.
Mas Redjo

