Ada banyak ungkapan yang indah-indah untuk melukiskan sosok saudara sejati.
Misalnya: “Saudara itu kedekatannya melebihi kedekatan mata dan tangan. Jika mata menangis, maka tangan tidak hanya mengusap. Jika tangan terluka, bukan hanya mata menangis, melainkan hati pun sedih.
Ada satu hal inti yang saya alami dalam persaudaraan yakni ‘ora itungan’.
Kalau ditanya: “Siapa saudaraku itu?”
Yang kurasakan, saudara adalah dia yang tahu kelemahanku, tapi tidak pernah memanipulasi demi keuntungan dirinya, sebaliknya menutupinya.
Saudaraku adalah dia yang tahu, bahwa aku banyak cela, tapi tetap bersamaku tanpa pernah menguliknya.
Saudaraku adalah dia yang tahu kisah kelamku di masa lalu, tapi tetap mengajakku untuk terus jadi baik dan berbuat baik.
Saudaraku adalah dia yang tetap membuatku terhormat, apa pun diriku dan masa laluku.
Perlakuan kita terhadap dia yang kita sebut saudara yang menentukan siapa diri kita yang sebenarnya.
Salam sehat.
…
Jlitheng

