“God has a purpose.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Pernahkah kita merasa sudah kerja keras, pergi pagi pulang malam, berusaha sekuat tenaga, dan mengupayakan segalanya, tapi tetap hidup biasa, bahkan serasa makin terpuruk. Masalah datang silih berganti, ekonomi pas-pasan, tabungan juga habis untuk bayar cicilan. Liburan cuma impian, masa depan seolah suram.
Hal itu tidak berarti hidup kita yang salah, tapi cara kita menjalani hidup itu yang mungkin tidak fokus. Coba kurangi mengeluh, membanding-bandingkan, tapi perbanyak bersyukur. Karena selalu ada hal baik untuk disyukuri.
Ketika kita fokus pada beban, kita mudah lupa atau melihat banyak berkat tercurah bersamanya. Beban dan berkat itu selalu datang beriringan. Jika kita mendapatkan rumah besar itu adalah berkat, tapi harus membersihkannya setiap hari mungkin itu beban. Jika kita dikaruniai anak itu adalah berkat, tapi kalau harus bangun tengah malam dan merawatnya mungkin itu bisa jadi beban. Jika saat ini gaji dan karier baik itu berkat, tapi bisa menjadi beban saat tanggung jawab besar harus dikerjakan. Jika badan kita bagus dan sempurna itu berkat, tapi bila harus diet dan olahraga itu bisa jadi beban.
Berkat dan beban itu satu paket. Selalu ada berkat dari setiap kesulitan, cobaan, dan beban. Hati yang penuh syukur itu mengubah beban jadi berkat. “Every pain has a purpose.”
Kesulitan itu akan diubah menjadi kemudahan. Airmata diubah jadi tawa. Kegagalan diubah jadi kesuksesan. Kuncinya adalah selalu bersyukur dan ikhlas.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

