“Sometimes things will get worse before they get better.”
– Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Kadang kita bertanya, kenapa kegagalan, keterpurukan, kekecewaan, penderitaan, dan kehancuran harus terjadi dan kita alami? Mungkinkah semuanya itu hukuman atau semuanya itu Tuhan izinkan untuk sebuah kebaikan?
Sesungguhnya kegagalan, terpuruk, kecewa, atau kehancuran itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Untuk menguji kemurniaan dan kedewasaan kita. Jika kita ingin naik tangga pada kehidupan ini kita tidak mungkin mengharapakan semua sama, nyaman, mudah, semua cepat dan instan.
Ingatlah tiga mutiara ini:
Change. Dunia terus berubah, kita pun harus berubah. Berubah memang tidak mudah, berubah tak terjadi secara ajaib, tiba-tiba semua berubah langsung menjadi lebih baik. Jika kita ingin yang lebih baik, untuk bisa naik level itu dibutuhkan usaha, komitmen, keringat, bahkan air mata dalam semua proses.
Process. Hidup itu ada dalam ruang dan waktu. Proses menjadi kesadaran. Tak ada yang simsalabim di dunia ini. Semua ada dalam proses. Bahkan mie instan pun ada petunjuk proses menyajiannya. So jangan banyak protes, tapi berproseslah.
Believe. Percayalah dan punyailah iman. “Sometimes things will get worse before they get better.” Kadang sesuatu terlihat buruk, sulit, susah, dan penuh pertaruhan keringat, air mata dan darah. Tapi itu awal sebuah proses perbaikan, pembentukan dan berkat.
Sesuatu yang terlihat sebuah beban, kesulitan, atau kesedihan, sebenarnya itu bukan beban tapi itu adalah berkat dari Tuhan yang memang diberikan untuk kebaikan. Ubah beban itu menjadi berkat. Hidup memang berat, letakan huruf K di tengah maka akan menjadi berkat. K itu adalah Khristos.
Berkat Kristus.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

