“Every pain has a purpose.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Setiap orang mempunyai ujiannya masing-masing. Ada yang berat, ada yang sedang, ada pula yang ringan. Saat cobaan dan ujian itu menghampiri seolah kita berjalan sendiri. Tuhan seolah terasa jauh, teman yang dulu banyak, satu persatu meninggalkan. Inilah yang membuat hidup terasa berat beban.
Tiga (3) hal ini untuk menjadikan beban berat itu jadi berkat:
Pertama: ‘Low acceptance’. Terimalah beban itu dengan ikhlas. Tuhan membiarkan cobaan, masalah, dan beban itu datang bukan untuk menghancurkan. Melainkan untuk mendewasakan. Karena setiap cobaan dan beban itu selalu mempunyai tujuan dan inilah proses pembelajaran. Angkatlah tangan, Tuhan akan turun tangan. Teruslah melangkah, berjuang dan jangan menyerah, karena Tuhan sedang mempersiapkan yang indah.
Tak mudah memang, tapi percayalah selalu ada jalan bagi yang mempunyai iman. Larut dan menyerah itu bukan pilihan, melainkan bangkit dan berjuang itu akan mendatangkan berkah.
Sesungguhnya kita tidak sendirian, karena orang lain juga mengalami, dan meski teman meninggalkan, tapi yakinlah Tuhan tidak pernah meninggalkan.
Kedua: ‘Every pain has a purpose.’ Seberat apa pun cobaan, sesulit apa pun rintangan, segelap apa pun kehidupan, sesakit apa pun kepedihan, selalu ada tujuan. Selalu ada berkat dari semua itu. Karena ini proses yang mendewasakan. Jalan menuju kesuksesan. Pintu rejeki dari janji Tuhan.
Ketiga: ‘Always be thankful’. Meski saat keadaan itu menimpa, marah, protes, putus asa, dan tidak terima dirasa. Tapi bersyukurlah kita boleh mengalaminya. Ingat, ketika susah, tapi kita masih bisa berbelarasa dan berdoa bagi yang juga susah. Ketika doa kita belum dikabulkan, kita masih bisa mendoakan orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Inilah yang membuat kita bisa bersyukur. Ternyata masih ada orang yang jauh lebih berat beban hidupnya.
Beban hidup itu tidak untuk alasan kita mencari kesalahan dan menyalahkan, tapi ini proses pendewasaan. Cobaan hidup itu bukan untuk diratapi dan ditangisi, melainkan untuk dihadapi. Kegagalan bukan akhir segalanya, melainkan proses sukses selanjutnya. Masalah hidup bukan Tuhan tak cinta, melainkan tanda cinta luar biasa. Karena semua akan baik-baik saja dan indah pada waktunya.
Deo gratias.
Edo/ Rio, Scj

