Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup hanyalah
bayangan berjalan.”
(Sophocles)
Apa itu Bayang-bayang
Suatu wilayah gelap akan segera terbentuk di saat sebuah benda (Anda) menghalangi cahaya. Itulah yang dinamakan bayang-bayang.
Bayang-bayang itu akan selalu menyertai di mana dan ke mana kita berada. Dia akan memantulkan seluruh realitas diri ini dalam wujud suatu bayangan. Apakah di saat kita sedang berbaring, duduk, atau sedang kencang berlari.
Kisah Seorang Pria dan Bayangannya
Seorang pria merasa sangat tersiksa, karena menyaksikan bayangannya sendiri yang selalu mengikutinya. Akhirnya dia memutuskan untuk menghilangkannya. Apa upayanya?
“Saya akan berlari agar terhindar darinya,” demikian tekadnya. Namun setiap kali ia mengangkat kaki untuk berlari, ternyata bayangan itu tetap menyertainya dan berada tepat di belakangnya.
Maka, selanjutnya ia bertekad untuk berlari lebih cepat lagi. Di saat dia sangat kencang berlari, maka dia terjatuh dan kehabisan tenaga. Saat itu, ia pun menghembuskan nafas terakhir.
(Kurt Bucker)
Kisah dari Negeri Cina
Bayanganmu itu adalah potret riil dari diri dan seluruh keberadaanmu. Ia tak dapat diubah, diusir, atau dihindari. Karena ia telah menyatu dengan dirimu.
Tatkala Anda menghalangi cahaya, maka akan terbentuknya suatu wilayah gelap. Itulah yang dinamakan bayangan.
Jangan Menghalangi Cahaya
Tatkala angan-angan atau khayalan hati datang menghampiri dan menggonda, maka akan datanglah suatu bayangan gelap.
Dari mana datangnya bayangan gelap itu? Bukankah ia datang justru tatkala Anda menghalagi cahaya? Oleh karena itu, usahakan, agar Anda pun jangan sekali-kali menghalangi cahaya.
Datangnya Godaan
Bukankah secara rohani spiritual, datangnya bisikan berupa godaan akan kejahatan itu datang menghampiri dan membayangi impian Anda, justru tatkala Anda menghalangi bisikan suara cahaya dari Sang Kebenaran?
Lalu apa strategi dan cara jitu untuk menghindari bisikan dari godaan itu? Apakah dengan cara Anda berlari menghindar? Tidak! Anda tidak perlu berlari menghindari. Namun, Anda justru datang dan bersimpuh di hadapan Sang Cahaya itu!
Karena barang siapa memunggungi Sang Cahaya, maka ia akan hidup dalam angan-angan dan bayangan kegelapan dosa.
“Akulah Cahaya Dunia,” demikian sabda Sang Kebenaran.
…
Kediri, 17 Maret 2025

