“Aku menjalani peranku dan kamu menjalani peranmu.”
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae.
…
| Red-Joss.com | Dari tengah siang berujung senja, kudengar kisah penat kawan lamaku. Seutuh empati kudengar dan seutuh hati kutanggapi dengan batas kemampuan yang kumiliki. Ada hal-hal yang saya dukung dan ada juga yang tidak, yang tak sejalan dengan perannya.
“Matur sembah nuwun njih, Mas atas perjumpaan dan peneguhan tadi. Berkah Dalem.”
Kawanku sedang terputar turbulensi. Tanganku tidak cukup kuat meraihnya. Yang lainpun tidak. Hanya ada satu jalan, yakni bangun dari mimpi buruk itu. Bangunlah!
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae.
Salam sehat.
…
Jlitheng

