| Red-Joss.com | Yesus bangkit dari antara orang mati. Sebagai murid Yesus, kita pun harus bangkit dari keterpurukan agar menjadi pemenang kehidupan.
Rasakan dan hayati kejutan-kejutan dari Yesus yang bangkit itu dialami oleh para murid:
- Kejutan ke-1: Pengalaman dari dua murid yang baru kembali dari Emmaus. Keduanya bercerita dengan heboh, bagaimana mereka melihat dan berjumpa dengan Yesus yang bangkit, saat saling bercerita dan mendengarkan, terjadi.
- Kejutan ke-2: Yesus tiba-tiba datang di tengah-tengah mereka dan mengatakan, “Damai sejahtera bagi kamu.” Reaksi mereka takut dan girang: antara percaya dan tidak percaya? Ini sedang bermimpi atau kenyataan. Saat mereka belum bisa mengendalikan rasa takut dan girangnya itu, Yesus memberikan kejutan yang lain.
- Kejutan ke-3: Saat para murid masih ragu-ragu di tengah ketakutan dan kegembiraan itu – pikir mereka itu hantu, Yesus mengatakan, “… Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah …” Waduh, tambah terkejut mereka. Saat mereka masih ragu-ragu dan terheran-heran, kejutan berikutnya diberikan oleh Yesus.
- Kejutan ke-4: Yesus bertanya kepada mereka, “Adakah makanan di sini?” Mereka lalu memberikan sepotong ikan goreng. Para murid melihat cara Yesus makan: sama seperti dulu. Sambil makan Yesus bercerita tentang apa yang harus terjadi. Pikiran para murid yang buntu itu dibukanya, dan itulah kejutan berikutnya.
- Kejutan ke-5: “Pikiran para murid dibuka” dan mereka mengerti Kitab Suci. Apa yang ada di Taurat Musa, Kitab Nabi-nabi, dan Mazmur cocok semua dengan apa yang dituliskan dan dialami oleh Yesus sendiri. Bukan fiksi! Belum selesai mengendalikan kejutan ini, akhirnya Yesus memberikan kejutan yang lain.
- Kejutan ke-6: Yesus yang bangkit mengutus mereka dan menegaskan, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” Lengkap sudah kejutan-kejutan yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya.
Benar! Mereka menjadi saksi dari semuanya itu. Bahkan mereka tidak ragu dan takut. Mereka menyadarkan banyak orang yang menolak Yesus dengan sadar dan karena oleh ketidak-tahuan. Keduanya harus didamaikan dan bertobat. Sang pendamai itu adalah Yesus Kristus.
Buah dari pendamaian itu adalah kita semakin mengenal Allah. Mengenal Allah juga tidak boleh berdusta. Yang dimaksud dengan berdusta adalah mengenal Allah, tapi tidak mau menuruti perintah-Nya.
Tidak ada kata lain, jika mau mengalami kasih Allah yang sungguh sempurna, turutilah Firman Tuhan, ini yang disampaikan oleh Santo Yohanes. Terkejutkah kita? Karena itu bacalah Injil, maka keterkejutan-keterkejutan kita akan mendapatkan jawaban secara jelas.
Hari ini, sepulang merayakan Ekaristi dan Ibadat Sabda, “Saya dan kamu menjadi saksi atas semuanya ini”, yaitu menceritakan Yesus yang bangkit kepada mereka yang dengan sadar menolak dan yang menolak karena ketidak-tahuan, sehingga dibukalah pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci dan apa yang telah terjadi.
Terpujilah Allah.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

