Setelah disidang dan didera oleh Imam Agung, Petrus dan Yohanes tidak sedih, sebaliknya justru bergembira. Mereka sadar, bahwa sedang menderita, karena nama Yesus. Mereka menganggap ini sebagai suatu kehormatan dan merasakan kekuatan rohani yang makin kuat, seperti yg dijelaskan dalam Kisah Rasul 5: 41.
Petrus dan Yohanes tidak takut atau bersedih hati, karena disidang dan didera. Mereka justru melihat ini sebagai tanda, bahwa mereka setia kepada Yesus dan berita Injil yang mereka sampaikan.
Pengalaman ini memperkuat iman dan memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan. Mereka merasakan, bahwa Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan rohani untuk melanjutkan tugas mereka.
Untuk direnungkan: Andaikata dalam pelayanan itu kita pernah didera oleh tanggapan yang nyelekit atau sikap yang tidak ramah dari sesama hamba Tuhan, bersabarlah!
Salam sehat.
…
Jlitheng

