| Red-Joss.com | Teman baik dapat membuat kita tertawa, sahabat dekat dapat membuat kita bergembira, namun dia yang tulus mencintailah yang mampu membuatmu hidup lebih bahagia.
Alkisah, ada dua lansia, keduanya lumpuh, ditempatkan dalam satu ruangan yang sama. Yang satu berada di dekat jendela, sudah lebih lama dan yang lainnya dibagian dalam.
Mereka sudah akrab satu sama lain. Lansia yang berada di pinggir jendela, usai makan siang, selalu bercerita yang indah-indah kepada sahabatnya. Temannya mendengarkan dengan penuh sukacita.
Yang di pinggir jendela bercerita, bahwa panti yang mereka tempati ini dikelilingi oleh panorama yang indah.
Tidak begitu jauh ada danau yang cukup luas. Di pinggir danau tumbuh bunga-bunga aneka warna. Elok sekali.
Hari berikutnya dia cerita, bahwa di beberapa sudut danau ditumbuhi bunga-bunga teratai yang terawat. Di tengahnya berkejaran sepasang angsa putih yang nampaknya sedang jatuh hati satu sama lain. Mesra sekali.
Karena kondisinya, lansia yang di pinggir jendela meninggal. Sejak saat itu tak ada lagi yang bercerita. Akhirnya lansia satunya minta perawat memindahkan ke pinggir jendela.
Dengan susah payah dia berusaha duduk, untuk menyaksikan indahnya danau seperti yang dikisahkan oleh temannya. Heran, karena yang dilihat hanya tembok. Penasaran, maka ia bertanya kepada perawat, dan jawabnya: “Sebenarnya Bapak itu buta, tidak dapat melihat apa pun.”
Terlepas dari masalah yang sedang kita hadapi sendiri, membuat orang lain berbahagia, menjadikan makna kebahagiaan itu ganda. Seperti lansia yang buta itu. Ia memberikan penghiburan dari keterbatasannya. Mulia sekali.
Hanya sahabat yang tulus hatinya, akan membuat kita hidup,* yakni hidup yang membuat kita bahagia.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

