“Hidup tanpa refleksi, tak layak dijalani.” – Socrates.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu bukan berapa lama kita berada di dunia, tapi bagaimana keberadaan kita di dunia bisa menjadi bermakna. Apa yang kita kejar di dunia ini? Apakah itu bisa memberi kebahagiaan hakiki? Banyak orang sibuk mengejar berbagai pencapaian, demi memperoleh pengakuan, kekayaan, jabatan, dan pencitraan. Tanpa disadari perjuangan dan pencapaian itu justru tak membahagiakan.
Banyak dari kita sibuk membuktikan diri kepada orang lain, tanpa memikirkan tujuan. Menyenangkan atasan, menuruti omongan orang, membanggakan orangtua atau orang yang disayang, namun bukanya kepuasan dan kebahagiaan. Yang didapat justru kehampaan dan kepedihan. Bukan pula mendatangkan kesucian dan kebaikan, melainkan malah berujung pada kepahitan.
Mungkin kita bisa melakukan segalanya, lebih hebat dari mereka, mungkin lusinan penghargaan didapat, tapi jangan pernah mengingkari diri, dengarkan hati nurani, bukan ucapan orang kanan kiri.
Lakukan tiga kesadaran ini: Pertama: ‘God has a purpose’. Tuhan mempunyai rencana dan tujuan. Tuhan menghadirkan kita di dunia pasti mempunyai maksud dan tujuan. Bukan hanya kita, alam beserta isinya pun diciptakan mempunyai maksud dan tujuan. Sadari, bahwa tujuan utama Tuhan menciptakan kita tiada lain agar kita memperoleh kebahagiaan Surga. Tujuan, impian, keinginan yang lain sah-sah saja, tapi harus ada dalam koridor tujuan utama kita. Bila ini dibuat, bukan hanya kelimpahan hal duniawi, melainkan kebahagiaan sejati.
Kedua: ‘Me time’. Ambil waktu untuk bicara dengan diri sendiri, jangan ada yang ditutupi, tapi diakui. Perasaan harus diungkapkan, keluarkan dengan cara yang elegan. Setiap orang bebas untuk mengungkapkan. Kebebasan untuk berbicara, bersuara, kebebasan untuk jadi diri ini apa adanya. Kebebasan bisa jadi obat yang mujarab, tapi harus bertanggung jawab. Banyak karya besar lahir dari kesendirian, lahir dari kontemplasi, dan meditasi. Miliki waktu untuk berefleksi, karena hidup tanpa refleksikan itu tidak layak dijalani.
Ketiga: ‘Say thank you’. Ucapkan terima kasih untuk segala kesuksesan yang diraih. Sampaikan syukur untuk berkat dan anugerah dengan sujud syukur. Rasa terima kasih melahirkan keutamaan kasih. Rasa syukur akan membuka lebih banyak pintu rezeki. Sedangkan berbagi jadi jalan untuk sukses yang sejati.
Ingat tidak ada kesuksesan di dunia ini yang abadi. Rawatlah hidup dan hati nurani untuk tujuan yang abadi.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

