Tidak seorang pun di dunia ini yang tidak mencari kebahagian. Bahkan saya berani mengatakan bahwa setiap orang berhak untuk bahagia.
Titik balik tidak bahagia itu di mana? Ketika kita merasa jadi orang tidak bahagia: hidupnya selalu merasa berkekurangan dan mengeluh terus-menerus. Bahkan yang lebih parah adalah, tidak bisa melihat orang lain bahagia.
Pengalaman pribadi sebagai seorang Imam adalah saya terbiasa hidup sendiri, mandiri, dan memiliki cara unik untuk selalu hidup bahagia, yaitu setiap hari membaca dan merenungkan sabda Tuhan, lalu menuliskannya dalam bentuk renungan. Saya membagikannya lewat media sosial (Facebook dan Instagram). Juga berbagi kepada para sahabat yang berkenan sejenak membacanya.
Bahagia itu sederhana. Kita tidak harus melakukan hal-hal yang besar dan hebat. Tapi, ketika kita mampu berbagi hal-hal kecil dan sederhana itu dengan cinta yang besar serta disyukuri sebagai hikmat Tuhan.
Pertanyaan sekarang: “Dimana rahasia kebahagianmu?”
Rm. Petrus Santoso SCJ

