“Be joyfull person and be faithful person.” -Rio, Scj
Bahagia itu bukan pada miliaran deposito dan tabungan bank, bukan pula pada jabatan dan kekuasaan. juga bukan pada kendaraan dan rumah mewah. Jika begitu hanya segelintir orang yang bisa mendapatkan. Bahagia itu tidak jauh dari kita, bila ada kehangatan dalam semua anggota keluarga. Bahagia saat ada kedekatan tulus dengan sahabat. Bahagia juga ada dalam dipikiran gagah yang gigih berjuang. Bahagia juga ada dalam kebaikan hati tetangga kiri kanan. Yang paling hakiki bahagia itu ada di hati yang mempunyai kerelaan untuk memeluk pahitnya kenyataan hidup.
Hidup ini bukan sibuk mencari kebahagiaan, tapi kebahagiaan dengan sendirinya akan mendatangi. Bahagia itu bukan soal pencapaian, melainkan soal proses berjuang. Bahagia bukan soal banyaknya pengakuan dan validasi, melainlan soal keikhlasan hati untuk menyuskuri. Kadang bahagia itu mendatangi lewat proses sulit, atau jalan terjal penuh derita yang berhasil kita lewati.
Jika saat ini jalan hidup kita masih tidak jelas, tetaplah tersenyum dalam pengharapan. Jika saat ini hidup terasa berat penuh sesak, bersabarlah dalam kesesakan. Jika jalan hidup kita saat ini penuh kelimpahan, bersyukurlah senantiasa dalam Tuhan, karena semuanya itu hanyalah titipan. Titipan yang perlu kita salurkan dan bagikan, bukan pelit dan serakah itu yang digenggam. Jika saat ini hidup terasa sulit kurangi mengeluh dan protes, tapi berproses.
Tanah mempunyai caranya untuk menumbuhkan, pohon mempunyai keunikan sendiri untuk menghasilkan buah, langit dengan sendirinya memberikan panas dan hujan. Begitu juga Tuhan dengan cara-Nya mencukupkan yang kita perlukan. Kehidupan itu mempunyai cara sendiri untuk membagi, memberi, dan mengambilnya kembali, tanpa menunggu kita menyetujui.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

